Mengapa Disesali??
Setelah
berpikir sekian hari, akhirnya Hali membuat keputusan. Yaitu mengakhiri
hubungannya dengan Dhani. Mungkin terlalu mengejutkan. Terutama untuk Dhani. Karna
hubungan mereka selama ini baik-baik saja, tidak ada masalah yang terlalu rumit.
Terkadang perasaan rindu akan Dhani-nya yang dulu sering muncul. Entah si cowo
merasakan hal yang sama atau tidak.
Entah bagaimana,
tapi mungkin disinilah awalnya. Biasanya, setiap pasangan yang memperkenalkan
pasangannya kepada orangtua dan orangtuanya merespon dengan positif, dia akan
senang dan tambah semangat mungkin untuk melanjutkan hubungannya tersebut. Tapi
tidak dengan Hali, setelah dia menceritakan tentang Dhani kepada orangtuanya
yang kebetulan merespon positif, justru setelah itu dia berpikir. Entah apa
saja, tetapi banyak yang dipikirkannya.
Hubungannya
dengan Dhani sudah berjalan sekitar 7 bulan, tak ada satu hari pun mereka tidak
bertemu mengobrol bercanda dan cerita. Yaa cerita. Yang satu ini baru saja disadari
oleh Hali. Apa yang disadarinya? Setiap dia cerita hal apa saja yang
dialamminya, baik itu senang sedih lucu bahkan serius. Tetapi respon yang
diberikan oleh Dhani selalu sama. Bercanda dan tertawa meledek. Malah ketika
cerita Hali belum selesai pun dia sudah begitu. Timbullah perasaan kesal yang
menunjukan tidak suka dengan respon yang diberikan Dhani.
“Kalau emang maksudnya menghibur atau memang
sifatnya yang seperti itu, gak bisa yaa didengerin dulu sampe abis terus
responnya gak gitu.” Begitulah yang diucapkan Hali didalam hatinya. Dia merasa
selama ini ceritanya tidak pernah dihargai. Sedangkan menurutnya untuk
bercerita kepada seseorang itu sama saja dengan memberi kepercayaan ataupun
percaya kepada orang yang dceritakan tersebut.
Semakin
hari semakin banyak hal yang disadarrinya dari hubungannya dengan Dhani. Yang pada
akhirnya membuat dia sangat yakin untuk mengakhiri hubungan mereka. Hali
berusaha mencari waktu yang tepat untuk mengungkapkan hal tersebut. Tapi dia
semakin tidak tahan untuk menahannya. Akhirnya, hari itu juga dia memutuskan
untuk bicara kepada Dhani tentang hal itu. Hal yang dipikirkannya belakangan
ini.
“Maafin aku Dhani, ini keputusan aku. Maaf kalo
keputusan ini bukan keputusan kita. Aku gaktau lagi harus bilang apa sama kamu.
Makasih yaa buat selama ini. Aku banyak belajar dari kamu. Terutama belajar
sabar, ngadepin kamu.” Ucap Hali
kepada Dhani saat itu. Dhani diam. Namun nampak di wajahnya kesal bercampur
sedih kepada Hali.
“Aku kira hubungan aku sama kamu bakal lama, ternyata
enggak. Hahaha...” balas Dhani. “Setiap
pasangan mungkin mengharapkan itu Dhani, begitu juga aku. Tapi, ini bener-bener
udah jadi keputusan aku. Aku harap kamu ngerti dan berubah jadi lebih dewasa
setelah ini.” Akhirnya keluar juga kata-kata itu “lebih dewasa”. Memang
selama ini, setiap hubungan mereka ada masalah atau semacamnya. Yang berusaha
untuk dewasa menyikapinya selalu Hali. Lantas Dhani? Yaa dengan emosinya. Begitulah
berakhirnya hubungan mereka.
Apakah
ada penyesalan setelah apa yang diputuskan Hali? Tentu saja tidak, keputusan
itu sungguh sudah dipikirkannya dengan baik. Terkadang perasaan rindu akan
Dhani-nya yang dulu sering muncul. Rindu akan suaranya, candanya, tapi terlalu
lucu jika mengingat saat dia bercerita kepada Dhani dan responnya sudah dapat
ditebak.
Hali
berharap setelah kejadian itu, Dhani akan berubah. Berubah untuk sabar, berubah
untuk dewasa, dan yang paling penting berubah untuk lebih menghargai seseorang
yang bercerita dengannya. Walaupun mereka sekarang sudah renggang begitu saja. Tetapi
bagi Hali semua yang lalu tersebut tidak bisa dilupakannya. Itu semua dijadikan
pelajaran. Bagaimana kabar Dhani?
Dhani. Dhani sekarang sudah memiliki pasangannya
lagi. Pasangan tempo dulunya. Lebih tepatnya, mantannya yang dulu. Secepat itu?
Sepertinya Dhani tidak mau sendirian. Hali yang mengetahui hal tersebut, rasa
rindunya hilang seketika. Dia kesal, bukan kesal karna Dhani begitu cepat
melupakannya. Tetapi kesal, apakah Dhani tidak mengerti akan alasan-alasannya
untuk memutuskan hubungannya? Secepat itu dia belajar dari hubungannya bersama
Hali dulu?
“Ahh udah bukan urusan gue.” Who cares?
*Semoga Bermanfaat^_^