"Yang saya tulis belum tentu saya. Yang kamu baca belum tentu kamu."

Rabu, 25 Maret 2015

Cinta~~

Wahh jaman sekarang siapa sih yang gak kenal yang namanya cinta...

Apa sih definisi cinta itu sebenarnya?

Cinta, atau dalam bahasa arab berasal dari kata ahabba-yuhibbu-mahabatan, yang berarti mencintai, cinta, atau kecintaan. Banyak kita temukan di sekitar kita rasa cinta. Cinta orangtua terhadap anaknya, seseorang pada sahabatnya, dan lainnya. Cinta adalah satu kata yang penuh makna tetapi hanya dapat dimengerti oleh hati. Setiap manusia yang merasakan cinta pasti memiliki definisi sendiri apa itu cinta.

“Setiap manusia mempunyai orang yang dicintai dan yang dibenci. Tapi, bagimu, berkumpullah dengan orang-orang yang bertakwa.” (Imam Syafi’i)

Cinta yang sesungguhnya adalah cinta kita kepada Yang Maha Pencipta. Mengapa begitu? Karna Dialah yang menciptakan rasa cinta yang kita semua bisa merasakannya. Cinta kepada-Nyalah yang wajib kita utamakan keberadaannya diatas cinta yang lain. Mensyukuri rasa cinta yang telah difitrahkan-Nya adalah wajib.
Gimana yah kalau dalam hidup kita gak mengenal yang namanya cinta? Gak ada warnanya kali yaa kata anak remaja sekarang. Kalah deh pelangi hehe.. Kenapa sih Allah menciptakan rasa cinta? Dia menciptakannya agar kita dapat terinspirasi dalam melakukan kebaikan maupun prestasi. Ngomong soal cinta yang ada warnanya, ternyata cinta memiliki 3 warna loh. Yuk kita lihat satu per satu..
1.    Warna cinta yang pertama bernama Cinta Illahi. Tentu saja, cinta ini adalah cinta kepada Pemilik   Cinta sesungguhnya. Cara menunjukan rasa cinta kita kepada-Nya dapat dilakukan dengan cara melaksanakan segala perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya. 
2.      Warna cinta yang kedua bernama Cinta Insani. Yang berarti cinta kepada sesama manusia. Atau yang sering dikenal ukhuwah imaniyah. Para sahabat Rasulullah dan orang-orang sebelum kita sudah mempraktikannya loh. 
3.      Dan warna cinta yang terakhir bernama Cinta Hewani. Yaitu cinta zaman sekarang, yang boleh dibilang cinta yang dilandasi nafsu. Na’udzubillah min dzalik jika sampai rasa cinta ini menjadi hubungan cinta yang terlarang.

Mungkin masih banyak lagi yang belum kita ketahui tentang cinta. Pada dasarnya, rasa cinta merupakan anuegrah dari-Nya. Sudah seharusnya kita memiliki rasa cinta. Tapi, jangan sampai rasa cinta itu justru membuat kita menjadi pribadi yang bukannya lebih baik lagi malah sebaliknya. Na’udzubillah min dzalik...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar